Ruang Hitam Ranzky
ruang.. hitam.. dan ranzky..
kekosongan yang melanjutkanku pada elektron magnetik ini membuatku tersedot..
hanya tersedot.. bukan - ini sebuah kepercayaan untuk memulai hari.. hanya kepercayaan..
kejutan yang membuatku tenang – sampai hati ini menghentikan denyut musik yang dibuat oleh jantung ku.. senyum itu.. jangan kau tunjukkan pada ku.. sekali lagi jangan..
aku percaya pada diriku – aku bisa tersenyum untuk sekali lagi..
ha.. ha.. – begitu tenang lagu ini seketika dunia ku mulai menjadi kosong terang terbang dari diriku .
kenapa semua terdiam dalam senyum. jangan melihatku – lagi – jangan menyuruh ku – lagi – jangan memberitahukan ku – lagi dan lagi..
aku mulai berdangsa dalam malam yang begitu terang di temani suara air gemerik yang merebah pada lamunan ku.. – kamu jangan begitu bingung dengan kata ini,
ini hanya introduction saja yang merebakkan pada takdir dunia – sebuah kepercayaan..
aku akan segera saja , lihatlah matahari telah beringsut kebarat arahnya seperti anak-anak yang baru mengenal abjad – sebuah permainan yang tak akan habis pakai – hanya kepercayaan.
terpuruklah masa – masa sepiku
hanya sebuah kepercayaan – aku akan segerah menghentikan kegetaran ini menjadi sepi – hanya sebuah hari yang akan menjadi takdir – hanya kepercayaan
jika kamu sudah merasakan itu : jangan menyesal – kita berteman kan. .
tetap di sini dan mulai membacanya ”melodi floyer” -jangan menyuruhku untuk berhenti
ini jalan – jalan yang mengkhawatirkan
dalam kehidupan seorang laki-laki
kamu merasa menjadi putri tidur kan – yang saat ketika aku bercerita menjelama sebagai pangeran bersama kuda jantan putih berponi membuatmu terebangun – sunggu indah nya..
namun itu sebuah khayalan seperti sekarang khayal yang ku buat untuk dirimu percaya- percaya pada hari akhir dimana terlihat membosankan
entah apa yang mulai kupikirkan - kenyataannya aku berusaha menulis kembali dan berusaha mengingat - devandra
peri kecil mungil mulai tersenyum
aku bertanya apa yang membuatmu tersenyum indah
sang kecil menjawabntya..
aku tersipu malu..
malu – apa yang membuatmu tersipu malu..
aku menjadi kecil dan sepertinya aku terbang
begitu indah – itu yang membuat aku malu
seperti yang perna kau ceritakan padaku
seperti anganku sekarang
seperti aku yang ingin bermain jazz
aroma khas intonasi nada tinggi
begitu indah..
peri kecil mengerutkan keningnya
serasa di tarik dan di pertanyakan angan dalam khayal ini
seindah itukah bermain jazz
huh .. nafas panjang yang begitu panjang rasanya ketika kita mulai tersudut oleh sebuah pertanyaan
denting nada ini
aku tak tau apa itu
piano kah biola kah atau suara seruling kah..
kamu tau – aku sebenarnya tak tau
apa ini – itu apa
peri kecilku jangan kau berhenti untuk tersenyum
aku bertanya apa yang membuatmu berhenti tersenyum indah
sang kecil menjawabntya..
aku tersipu malu..
malu – apa yang membuatmu tersipu malu..
aku menjadi kecil dan sepertinya aku terbang menghilang
begitu indah – itu yang membuat aku malu
seperti yang perna kau ceritakan padaku
"jika ini kusebut sebagai puisi ijinkanlah aku mengaku aku menulis sebuah bait indah tentang seseorang - seseorang yang membuat aku menulis dan terus menulis - cerita hidup yang sedikit membosankan - sampai kata akhir aku mengaku lelah..
lelah untuk mengungkap semua"
Kamis, 15 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar