Sudah lama, aku menyulam khayalan pada tirai hujan
menatap wajahmu disana serupa puzzle,
sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya,
lalu saat semuanya menjelma sempurna
kubingkai lukisan parasaanmu itu dalam setiap lelah rindu...
yang kau pelihara di sudut hati dengan rasa masygul
dari musim ke musim..
Dunia selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri,
"pada langit, pada hujan,” katamu lirih terbata-bata.
Dan seketika, linangan air matamu menjelma
bagai deras aliran sungai yang menghanyutkan jauh ke hulu
dimana setiap harapan kita karam disana..
sudah lama, kau memindai sosokmu pada derai gerimis
memastikan setiap serpih mimpimu untuk bersama
membangun surga di telapak kakimu dapat menjadi nyata,
tapi selalu, semuanya segera berlalu
dan sirna bersama desir angin di beranda
“Percayalah, kau ada dinadimu seperti kamu ada didarahku,”bisikmu pelan
ketika bayangmu, perlahan memudar dibalik rinai hujan..
*when the secret became apparent, still if you can continue to say ..
to my little friend who kept a beautiful smile, smile ...
Minggu, 13 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar