Kamis, 24 Desember 2009
I begin with certain words from the deepest end
I begin with certain words from the deepest end for him and I come from the last row of men leading to providing the best for her, with love I do, with respect I live in the heart and the courage to die I smile at him .. "little fairy"
Sabtu, 19 Desember 2009
Kelam suram malam dalam hitam
Ketika nafas beranjak pada kelam
Kelam kelabu bercampur melody suram
Tersenggal pada ujung kehancuran malam
Terbayang-bayang angan terlalu dalam
Mencaci sepenggal kata tuk terbuai cinta yang terbelah hitam
Seperti sekarang..
Teriakan pilu menghantui ku dalam senja yang berujung kelam
Mulai tak pasti usuk pasak dalamnya karna terlihat suram
Bercecer seperti bayang melayang ditengah jerit malam
Berkata tuk datang dan mulai terasa dalam
Menatap mu seperti senja terasa indah wahai hitam
Seperti sekarang..
Kelam suram malam dalam hitam..
Kelam kelabu bercampur melody suram
Tersenggal pada ujung kehancuran malam
Terbayang-bayang angan terlalu dalam
Mencaci sepenggal kata tuk terbuai cinta yang terbelah hitam
Seperti sekarang..
Teriakan pilu menghantui ku dalam senja yang berujung kelam
Mulai tak pasti usuk pasak dalamnya karna terlihat suram
Bercecer seperti bayang melayang ditengah jerit malam
Berkata tuk datang dan mulai terasa dalam
Menatap mu seperti senja terasa indah wahai hitam
Seperti sekarang..
Kelam suram malam dalam hitam..
Minggu, 13 Desember 2009
putri hujan dan khayalannya
Sudah lama, aku menyulam khayalan pada tirai hujan
menatap wajahmu disana serupa puzzle,
sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya,
lalu saat semuanya menjelma sempurna
kubingkai lukisan parasaanmu itu dalam setiap lelah rindu...
yang kau pelihara di sudut hati dengan rasa masygul
dari musim ke musim..
Dunia selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri,
"pada langit, pada hujan,” katamu lirih terbata-bata.
Dan seketika, linangan air matamu menjelma
bagai deras aliran sungai yang menghanyutkan jauh ke hulu
dimana setiap harapan kita karam disana..
sudah lama, kau memindai sosokmu pada derai gerimis
memastikan setiap serpih mimpimu untuk bersama
membangun surga di telapak kakimu dapat menjadi nyata,
tapi selalu, semuanya segera berlalu
dan sirna bersama desir angin di beranda
“Percayalah, kau ada dinadimu seperti kamu ada didarahku,”bisikmu pelan
ketika bayangmu, perlahan memudar dibalik rinai hujan..
*when the secret became apparent, still if you can continue to say ..
to my little friend who kept a beautiful smile, smile ...
menatap wajahmu disana serupa puzzle,
sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya,
lalu saat semuanya menjelma sempurna
kubingkai lukisan parasaanmu itu dalam setiap lelah rindu...
yang kau pelihara di sudut hati dengan rasa masygul
dari musim ke musim..
Dunia selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri,
"pada langit, pada hujan,” katamu lirih terbata-bata.
Dan seketika, linangan air matamu menjelma
bagai deras aliran sungai yang menghanyutkan jauh ke hulu
dimana setiap harapan kita karam disana..
sudah lama, kau memindai sosokmu pada derai gerimis
memastikan setiap serpih mimpimu untuk bersama
membangun surga di telapak kakimu dapat menjadi nyata,
tapi selalu, semuanya segera berlalu
dan sirna bersama desir angin di beranda
“Percayalah, kau ada dinadimu seperti kamu ada didarahku,”bisikmu pelan
ketika bayangmu, perlahan memudar dibalik rinai hujan..
*when the secret became apparent, still if you can continue to say ..
to my little friend who kept a beautiful smile, smile ...
Langganan:
Komentar (Atom)