Minggu, 12 Juli 2009

Ketika mati hati mulai di pertanyakan...

ketika itu berupa pertanyaan..
aku mulai memandangnya..
semakin dalam aku melihat semakin aku ditenggelamkannya.

berlian hitam dari timur tengah itu terlihat putih
usuk pasak retak yang nampak berkilau itu
sudut pasti nya aku mulai tampak pudar.
mengapa harus begitu terlihat hitam tajam
atau nampak putih nya.

mungkin hanya imajenasi ku saja.
atau khayalan fatamorgana saja.

ku pastikan semua akan baik.baik saja.
bila kau terus kau pandangi pertanyaan mu
mungkin tak akan ada habisnya hasrat menggebu hasrat yang terbakar ini.
atau keras seperti topan berserakan dan hancur dalam nistah

harusnya pertanyaan itu menjadi perhiasan berlian hitam ku.

ketika itu aku mulai mencoba bertanya
mengapa aku merasakan mati hati ini.
mati hati tercipta di dunia untuk menemani sang pandawa.
pandawa terdalam yang tercipta temani hati ku..
temani aku.

ku coba bisikkan dan isyarat bagi sang pencipta.
pencipta akan nada yang tergores pada dinding merah ku.
mati hati dan coba untuk meninggalkannya.
aku mungkin tak bisa memusnakan mu dari pikiran ku ini
aku sepi dalam keramaian dunia ku.
namu aku coba untuk mati hati.
dan kembali;; . .

ku coba jawab pertanyaan mu..
dan kucoba tulis di atas nama mu ...

mati hati - jangan paksa aku dan janga panggil namaku ...

Tidak ada komentar: