Senin, 26 September 2011

Lagu cinta untuk seorang dewi


Lewat remang malam aku berjalan lurus

Tiada cinta dan tiada hati

Hanya aku seorang pria yang menanggapi sesosok sepi menjadi hari


Lewat remang hari dari sebuah melody

Enggkau muncul kembali

Hanya kau wanita yang bercerita dan diam dalam cahya hati


Seperti biasa aku menyandang cakrawala dan ku tentang busur panah

Menjadi malam-malamku dan menjadi mimpi-mimpimu

Kukenalkan dua dunia dan lima indra kepadamu


Lewat remang Hari ku mulai tersenyum kembali

Kabut itu melenyap menuju sebuah lembah senyap

Mengepakkan angin , menyaksikan beku mencair karna dewi


Lewat kasih kau mencintaiku

Sebuah kenangan baru yang membanyang biru

Sebagai puncak mimpi dan semilir keinginan untuk mencinta kembali


Daun jatuh menemu tangkainya kembali

Lampu warna warni ,suara kicauan kalbu, angin selatan yang membawa kehangatan surya

Tiada taranya rasa menggambarkannya

Hanya saja ku bisa tersenyum kembali dan ku pastikan kau lah dewi mentari


Lewat cinta akupun bernaluri kembali

Ragaku kembali bernyawa, semua karna mu yang bercahaya

Seorang dewi yang membuat ku bersujud kepadaNYA

Terimakasih wahai dewi

Senin, 18 Oktober 2010

merindukan TUHAN*

sebelum saya mencuci muka saya,
sebelum saya mulai berdiri sendiri,
sebelum saya mulai berbicara
dan sebelum rasa takut mulai menghantui

bercerita dikegelapan malam, diam ditiup angin dan perenungan akhir dikala dilema berkepanjangan.
perkenalkan, saya seorang manusia diujung gersang dengan predikat tanpa harapan yang mulai dalam tenggelam, serasa tersudutkan dalam ruang dan sekarang terdampar di karam panjang yang tajam.
durasi waktu menghimpit seperti pedang, usia tak lagi bersahabat dengan sabda TUHAN
perbedaan yang panjang terkekang mulai berkeliaran - entah apa namanya ? yang nampak jelas didepan adalah sebuah penyesalan, disaat semua berjalan kedepan perlahan pena hitam mulai membelokkan harinya, melihat sejarah terlahirnya kehidupan yang

suram
kelam
tajam
tengelam

kehilangan eksistensi kehidupan, yang dikenal oleh kehidupan sebagai predikat kegunaan, mencuat seketika - membuat harga mati yang terlihat NOL besar* cerita tentang kebahagiyaan yang dibutakan material, kegusaran pada TUHAN , keadilan untuk ditegakkan bukan untuk diperjualbelikan.

rindu belayan ketenangan, dimana dunia bertitah tentang kedamaian - berseteru dengan keindahan atau menyanyikan kebahagiyaan di altar tuhan.
konsep yang mulai transparan hilang dari kehidupan

semua berjalan sesuai kaidahnya, yang tak lain dan tak bukan dibutakan jalannya.
semua mulai

suram
kelam
tajam
tengelam

bercerita tentang otak dalam, hati tersulam, menciptakan imaji kekal tentang kehidupan.
mimpi selalu jadi mimpi. tampak sekarang tangis mendapatkan tepuk tangan, bersuara dalam kelam seperti dawai petang yang bergema kepuncak organ. haruskah aku berjuang, ditengah genderang perang yang terlihat garang. - aku pecundang'

aku merindukan TUHAN*
disaat suram, kelam , tajam ,tenggelam.

Alamanda 'manky' Wiriaatmadja


------------------------------

hay
hay
hay
super kangen hohoo

apa kabar kau?
sibuk sii dengan rutinitas hukumnya..
hehe ...

hehehe
udh uts ajah nih..
iya ada temen aku yg baca blogmu kakanda..
katanya bagus.. hehehe

wow*
ko kampus lu keren bnget si uda uts.
sayangnya saya ko belum uts yaahh..
wow*
ada juga yang muji blog ku..
hehe
jadi malu..

iyahhh
oke katanya...
hihi
suka merendah

sudah lama tak menulis.
pingin nulis lagi.
tapi msi blom sempet.
manky.
bole nanyak ga?

yak bole dong
ayo dong nulis lagiii

kenapa pke jilbab?
maaf lo sensitif..

hahhaa
enggak
simpel
karena saya cinta Tuhan saya
dan cinta diri saya
hehehehe

cinta tuhan?
kenapa??
cinta diri sendiri?
saya bisa ngerti..

iya pertama pake jilbab itu bukti cinta Tuhan sama makhluknya
dan untuk membuktikan cinta saya ke Tuhan ya saya pake jilbab dong..
hehhe

oh.

dan Jilbab itu selama ini melindungi saya gitu

jujur ..
saya jauh dariNYA
saya mulai BUTA*

buta?
manusia memang selalu berjalan dalam gelap
tapi memang kita diprovide dengan cahaya
tapi itu juga pilihan
mau dipake atau enggak
tapi apa kita sanggup jalan dalam gelap?

klo saya sudah ga kuat.
BIMBANG*
semenjak kegelapan mulai bersalaman dengan hidup.
saya mulai DILEMA

bimbang...
dilema...

iya

akan?
akan apa?

pesimisme yang mulai menguasaiku.

bimbang dalam hal apa?

HIDUP*
saya mulai menyerah sepertiNYA
dan ga tau gmn myelesaikan ini semua.
tekanan yang berbau cobaan mulai menghantui
dan ujung2nya saya menyesal.

kata Paulo Coelho

menyesal akan pilihan yang saya pilih
sekarang saya jadi pecundang
pecundang yang jauh dari TUHAN/
menyedihkan yak
apa kata paulo?
siapa dia?

Paulo Coelho
dia penulis.. baca deh bukunya The Alchemist
tapi gak pernah sedikitpun kita terlambat untuk mengubah arah sebelum ajal menjemput

dulu saya punya pemikiran seperti itu.
semenjak tekanan berbau cobaan ini datang
ko' semangat akan hidup hilang
dan saya merasakan tuhan tidak adil.
tapi saya rindu pada beliau.
yang dulu selalu memberikan keberuntungan.

Yang tidak adil itu kehidupan
tapi Tuhan akan selalu adil
Tuhan punya caranya sendiri untuk membawa umatnya ke dekatnya

wow*
otak mulai berpikir ..

banyak hal yang harus kita lihat dgn hati...
hehe

hati?

iyah..
hati
kalbu

bukannya bermain dengan hati berbahaya yak..
setau gw manusia akan lebih mengerti jika logika pemikiran dipakai..

iya kadang berbahaya
tapi logika juga bahaya kalau di pakai tidak pakai hati


menurut lo eksistensi manusia di nilai dari apa yak?

semangat kakanda..
dari seberapa bergunanya dia bagi orang lain dan lingkungannya

berguna?
lebih ke material klo gw menilai.
klo tidak berguna brarti dia bukan manusia..

iya...
substansial
hmm..
enggak bukan juga..
itu dia... hati berbicara, logika sebagai kontrol..
dan akhirnya memberikan nilai kepada sekitarnya

8:54pm
itu dia masalah gw sekarang..
takut ga berguna
dan membuat orang sekitar sedih.
disaat seseorang yang selalu sayang sama gw butuh masukan..
gw terlihat NOL besar.

kata siapa ga berguna?

kata HATI gw..

ga ada bukti empirisnya ah..
dugaan masih prematur

itukan secara logika.
secara kata hati.
seperti yang kita bicarakan tadi'

kan hati harus dikontrol dengan logika.. seperti yg kita bicarakan tadi..

hahaha

hati itu ibarat mobil
dilengkapi dengan rem juga
dan bisa dikontrol sendiri

sayangnya klo ibarat mobil
gw itu ferari merah dengan kecepatan tinggi ngerem..
tiba2 sakit.
dan bingung tujuan saya setelah kejadian itu mau kemana
mau ke rmh sakitkah atau kembali ke rumah

ada navigator di sebelah
hehehe
sama2 ke rumah

rumah?
kenapa.
kan lagi sakit.

rumah tempat penyembuhan juga kan..


perna punya masalah besar yg sulit diselesaikan kah?

pulang ke rumah ketempat org2 yg sayang sama kita
tulus tanpa pamrih
ga pake bayar kyk di rumah sakit

wow*

pernah
semua org pasti pernah

9:09pm
saat itu terjadi, apa yang manky lakukan?

berdoa semoga dimudahkan..
dan berjuang semampu2nya


(dialok tentang Tuhan* dari seorang yang berusaha menegakkan keadilan)

Kamis, 08 April 2010

gadis ipobia kedewasaan

gadis ipobia berkelangsungan !!
apa yang sekarang kau nyanyikan
tertawa lepas pada melodi kefanaan
berbalik kepada intonasi kehilafan

gadis ipobia terlewatkan !!
menari seperti wayang
terbuai seperti awan
kawan dengan gerakan lunglai
menari dengan langkah pasti seperti pawang hujan..

gadis ipobia tersiratkan !!
siulan kalbu yang membakar
menyatatu pada malam seperti gonggongan anjing yang terbuang
mendekap pasti kedalam jurang
membumbu kedalam dan terkapar jauh kedepan

gadis ipobia termakan !!
murka atas kawan yang tersenyum lebar
buta akan kefanaan menjelma panjang kedalam kubangan
gadis yang berkata kawan namun terlihat seperti lawan

saat ego merasuk menjadi murka

Terkadang saat ego datang dan menjelma menjadi kemarahan semua terlihat gelap nan pekat
Seorang manusia dengan status peringatan, tanpa harapan dan terbuang.
Walau hanya sebatas kata, seperti kata “ mulut mu harimaumu” membungkam semua realitas yang ada dan membuat semua terlihat fatamorgana, memaki maki seolah olah semuanya salah saat menghilangkan perasaan bangga terhadap diri.
Sekarang semua yang terlihat indah seperti sampah , “terbuang seperti binatang jalang dari semua kumpulan orang terbuang” kata ini mungkin menjadi pilihan topic utama dari sudut perasaan murka yang terlihat menjijikkan .
Bukan masalah siapa yang benar atau siapa yang salah . ini hanya berlaku pada predikat kelas renda dimana perasaan beku menggumpal dalam pertanyaan besar “ mau seperti apa sekarang “

Rabu, 03 Maret 2010

ditengah rasa rinduku pada peri kecil ku



Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..

Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta mu ini..

Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku bimbang gelisa tak terarah ..

Jujur…. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu…… Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku karena perasaanku ini…

Saat dulu kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang dirimu…

Sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan…
Sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan fikiranku
Ada senyummu, pandanganmu dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas…
Sungguh, kamu begitu memberi arti di dalam kisah hidupku

Sampai kusadari, aku bukanlah orang yang kau cari…
Aku bukanlah pangeran dalam mimpimu…
Aku bukanlah pembawa bahagian di masadepanmu,
Aku hanya seorang pemimpi, yg dapat halangi kamu untuk temukan impian hatimu yang lain..

Aku tak bisa menjadi tanpa batas dimatamu…
Akupun Kadang tak bisa selalu ada disisimu saat kamu butuh aku..
Aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untuk kamu,
Aku sadar benar, semua ini menyiksamu… aku dan kenangan-kenangan kita

Bila kita tak mungkin lagi bersatu,…
Sungguh….
Aku akan tetap berusah selalu ada untuk kamu,
Walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku..

Semoga kamu temukan cinta sejatimu, tanpa batas… hingga dunia tau….
Sesungguhnya ada ruang di dalam mata indahmu untukku..
Ruang yang hanya pantas diisi dengan cinta tulus dengan hati…
Aku Cinta Padamu…

Terima kasih, untuk semua sayang dan cintamu.. yg membuat aku akan sangat kehilanganmu..
Jangan lupakan aku.. sungguh, kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku,
Walau “kita cukup sampai disini….”
Mungkin, Sampai aku kembali lagi…

Mungkin…

Jumat, 01 Januari 2010

Salam Perubahan di ujung musim

Ketika aku mulai berjalan pada tapal batas tahun lalu
Musim gugur menemaniku
Melukiskan jejakku pada puing-puing waktu
Lalu berkelana menembus semua pekatku
Dan ketika semua itu kulalui
tak terasa menyengat seperti kilat
Terbayang pada lunglai waktu yang terbatas dan akhirnya habis.

Sekarang musim telah diujung batasnya
Tahun baru, segera menyapaku
Ada desau resah bergelayut di kalbu
Ia memanggil sang waktu dan mempertanyakan kehidupanku
Hanyalah petikan dawai yang sebentar lagi akan beranjak..
Ia akan pergi menjauh atau mungkin akan duduk lagi disini..

Biarlah kurebahkan gundah pada dinginnya udara
biarkan terasa masuk kedalam sukma
biarkan salam pada desahan angin yang bernada
Dan biarkan kubisikkan cinta pada Sang Pemilik Raga

Dan ketika aku ingin menyelesaikan itu semua
Aku ingin merubah ragaku dan menjelma menjadi hujan
Dan akhirnya datang sang pelangi di ujung musim berikutnya.

Hingga nanti
Ketika musim-musimku kembali
Kau akan bangga melihatku
Karena dukaku
Lukaku
Cintanya…
Akan menemaniku dalam harapku..